· 

PT KONTAK PERKASA FUTURES | Hasil Riset : Obat Osteoporosis Berpotensi Mengatasi Kebotakan

PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA - Penelitian di bidang medis kembali membawa kabar gembira. Ilmuwan dari University of Manchester, Inggris, menemukan obat yang berpotensi mengatasi kebotakan pada pria dan wanita.

Penemuan obat ini terjadi tanpa sengaja. Para peneliti awalnya menganalisis obat osteoporosis yang bernama CsA. Namun dalam penelitian, ditemukan bahwa obat tersebut mengurangi kadar protein SFRP1, yang membuat pertumbuhan sel dan jaringan menjadi abnormal.

dr Nathan Hawkshaw yang memimpin penelitian akhirnya mengalihkan perhatiannya kepada obat WAY-316606 yang juga mengandung CsA. Hasil penelitian ini menyebut pertumbuhan sel dan jaringan terjadi di kepala, yang membuat muncul folikel rambut baru.

"Unsur ini, yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan untuk digunakan dalam pengobatan kebotakan, ternyata membantu menumbuhkan kembali rambut manusia yang hilang," ungkap Hawkshaw, dikutip dari ABC Australia.

Saat ini, ada dua jenis obat yang digunakan untuk mengatasi kebotakan, yakni minoxidil dan finasteride. Namun kedua obat ini memiliki efek samping dan tidak selalu efektif.

Ke depannya, dr Hawkshaw menyebut perlu ada penelitian lanjutan untuk melihat manfaat obat ini secara lebih detil. Ia berharap temuannya dapat membantu menemukan obat kebotakan yang efektif dan minim efek samping. PT KONTAK PERKASA FUTURES




Baca juga artikel lainnya
1. Bitcoin ‘Bikin Sakit’, Lebih Baik Pilih Emas | PT KONTAK PERKASA FUTURES

2. Investasi Emas Tetap Menggiurkan Sampai Kuartal Pertama 2018 | PT KONTAK PERKASA FUTURES

3. Investasi Masih Menarik Tahun 2018 | PT KONTAK PERKASA FUTURES

4. Menengok Prospek Bisnis Investasi di Tahun Politik | PT KONTAK PERKASA FUTURES

5. Tahun 2018, Bisnis investasi Dinilai Tetap Menarik | PT KONTAK PERKASA FUTURES

6. 2018 Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka | PT KONTAK PERKASA FUTURES

7. KPF: Bisnis Investasi Masih Menarik pada 2018 | PT KONTAK PERKASA FUTURES



Sumber : health.detik