· 

PT KONTAK PERKASA | Jeruk Mandarin Saat Ini Mulai Langka

PT KONTAK PERKASA SURABAYA - Jeruk Mandarin dari China sedang langka, seperti terjadi di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

Pedagang jeruk mandarin, Sri Asih menuturkan saat ini dirinya tidak menjual jeruk mandarin. Stok dari negeri tirai bambu sama sekali kosong hingga hari ini.

"Jeruk Mandarin (lagi) nggak ada, kosong" ujarnya kepada detikFinance di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa.

Dia menyatakan langkanya jeruk mandarin karena hingga saat ini belum ada pasokan yang masuk. "Kalau yang dari China belum, belum masuk," ujarnya.

Hal senada dikatakan pedagang lain, Heru. Di tokonya, saat ini stok jeruk mandarin jumlahnya sedikit jika dibandingkan jeruk jenis lainnya.

Adapun jenis jeruk mandarin yang biasa dijual di tokonya jenis ponkam dan shantang. "Biasanya hari ini jeruk shantang yang kecil-kecil itu sudah ada," ujarnya.

Pedagang jeruk bernama Ari sama. Saat ini yang banyak beredar di pasaran adalah jeruk jenis lain yang lebih mudah didapat.

"Kalau biasanya dari China (jeruk mandarin) paling banyak," ujarnya.

Demikian dengan pedagang jeruk, Joni yang mengatakan stok jeruk mandarin saat ini sulit didapat.

"Iya benar lagi langka. Kurang tahu saya penyebabnya. Kalau kita tergantung musim. Biasanya kalau bulan 1-2 (Januari-Februari) jeruk ponkam mandarin banyak. Kalau sekarang nggak ada. Biasanya sampai depan toko itu numpuk, ini nggak ada," tambahnya. PT KONTAK PERKASA




Baca juga artikel lainnya
1. Bitcoin ‘Bikin Sakit’, Lebih Baik Pilih Emas | PT KONTAK PERKASA

2. Investasi Emas Tetap Menggiurkan Sampai Kuartal Pertama 2018 | PT KONTAK PERKASA

3. Investasi Masih Menarik Tahun 2018 | PT KONTAK PERKASA

4. Menengok Prospek Bisnis Investasi di Tahun Politik | PT KONTAK PERKASA

5. Tahun 2018, Bisnis investasi Dinilai Tetap Menarik | PT KONTAK PERKASA

6. 2018 Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka | PT KONTAK PERKASA

7. KPF: Bisnis Investasi Masih Menarik pada 2018 | PT KONTAK PERKASA



Sumber : finance.detik